Sabtu, 30 November 2013
1. Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Otokratik
a. Menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya.
b. Dalam menegakkan disiplin menunjukkan kekakuan.
c. Bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi.
d. Menggunakan pendekatan punitif dalam hal terjadinya penyimpangan oleh bawahan.
2. Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Paternalistik
a. Tipe pemimpin yang paternalistik banyak terdapat di lingkungan masyarakat yang masih bersifat tradisional, umumnya di masyarakat yang agraris.
b. Rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.
c. Pengambilan keputusan atau kebijakan operasional dilakukan oleh pemimpin dengan informasi yang disediakan oleh pengikut.
d. Pemimpin melaksanakan prinsip bahwa mereka adalah tauladan yang harus diikuti para pengikut kemudian motivasi mereka, dan dari belakang mempengaruhi serta mengevaluasi para pengikutnya.
e. Pemimpin menganggap dan memperlakukan pengikut sebagai orang yang belum dewasa dan perlu dibimbing terus menerus.
f. Komunikasi dua arah dapat terjadi ketika pemimpin menghendakinya.
3. Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Kharismatik
a. Ada karakteristik yang khas yaitu daya tariknya yang sangat yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar.
b. Pemimpin menentukan visi, misi, strategi dan target organisasi dengan dukungan informasi dan partisipasi dari para pengikut.
c. Pemimpin bersama-sama para pengikutnya mengambil keputusan untuk melaksanakan visi, misi, strategi dan tugas organisasi.
d. Pemimpin melakukan pembagian tugas dan mendelegasikan sebagian tugas dan wewenangnya kepada pengikutnya.
Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Pemimpin Terima Beres (Laissez Faire)
a. Pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif.
b. Pengambilan keputusan diserahkan kepada para pejabat pimpinan yang lebih rendah dan kepada para petugas operasional, kecuali dalam hal-hal tertentu yang nyata-nyata menuntut keterlibatannya secara langsung.
c. Status quo organisasional tidak terganggu.
d. Penumbuhan dan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindak yang inovatif dan kreatif diserahkan kepada para anggota organisasi yang bersangkutan sendiri.
e. Sepanjang dan selama para anggota organisasi menunjukkan perilaku dan prestasi kerja yang memadai, intervensi pimpinan dalam perjalanan organisasi berada pada tingkat yang minimum.
5. Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Demokratik
a. Kebebasan pemimpin dan pengikut untuk menggunakan kekuasaannya sedang dan saling mengontrol.
b. Pemimpin berpendapat tidak dapat melakukan tugasnya dan mengambil keputusan tanpa para pengikutnya.
c. Pengikut tidak dapat melakukan tugasnya tanpa pemimpinnya.
d. Penentuan visi, misi, dan strategi organisasi dilakukan bersama pemimpin dan para pengikutnya dipimpin oleh pemimpin.
e. Dalam mengambil keputusan maka pengumpulan informasi mengumpulkan alternatif, dan memilih untuk melaksanakan pekerjaan bersama-sama dengan pengikutnya.
f. Pemimpin dan pengikut secara bersama-sama membuat rencana kegiatan dan dilaksanakan oleh pengikut di bawah supervisi pemimpin.
g. Komunikasi berlangsung secara formal dan informal secara tiga arah, kebawah, atas, dan menyamping.
Jumat, 29 November 2013
Sumber: Miftah Thoha (2007:51)
Menurut Sondang P. Siagian (2003:75) dalam pembahasan tipologi kepemimpinan bahwa gaya kepemimpinan seseorang tidak bersifat ”fixed”, artiya seseorang yang menduduki jabatan pimpinan mempunyai kapasitas untuk ”membaca” situasi yang dihadapinya secara tepat dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya, meskipun penyesuaian itu mungkin hanya bersifat sementara. Karena penyesuaian-penyesuaian tertentu memang merupakan kenyataan kehidupan manajerial seseorang yang menduduki jabatan pimpinan, logis apabila dikenali terlebih dahulu tipe-tipe pemimpin yang dikenal dewasa ini. Logis karena penyesuaian yang perlu dilakukan perubahan dari satu ke tipe yang lain, suatu perubahan yang mungkin hanya selama berlangsungnya situasi tertentu menuntut penyesuaian tersebut.
Kamis, 28 November 2013
Rabu, 27 November 2013
Selasa, 26 November 2013
Senin, 25 November 2013
Minggu, 24 November 2013
SAP merupakan software yang banyak dipakai di perusahaan besar untuk mendukung integrasi proses bisnis. Lima tahun terakhir, di perusahaan negara-negara Asia, termasuk Indonesia, sedang gencar-gencarnya mengimplementasikannya. Software buatan Jerman ini telah lama dipakai di perusahaan besar Eropa dan Amerika.
Tahun ini, SAP juga menyiapkan paket khusus untuk perusahaan menengah. Tentunya dengan banyaknya pangsa pasar ini, juga membuka peluang tenaga kerja bagi dunia IT.
Di Indonesia, banyak perusahaan besar yang telah mengimplementasikan SAP, ambil contoh Astra International, Toyota Astra Motor, Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bentoel Prima, United Tractor, Daihatsu Motor, Pertamina, Aqua, Auto 2000, Blue Bird dan banyak perusahaan lagi. Modul yang diimplementasikan pun beragam. Ada yang hanya memakai
untuk keperluan area tertentu seperti Financial Accounting saja atau Sales and Distributon saja atau banyak pula yang mengintegrasikan beberapa modul.
Scope integrasi, mahalnya license tiap user SAP yang relative mahal, biaya consultant yang lumayan dan tingginya 'kutu loncat' SDM SAP, menyebabkan tidak semua perusahaan 'berani' memakai solusi SAP.
Sabtu, 23 November 2013
Pelatihan merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan dalam usaha mengembangkan karyawan, bentuk usaha lainnya dalam pengembangan karyawan ini adalah pendidikan. Kedua bentuk usaha pengembangan karyawan ini digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan dan meningkatkan pengetahuan umum bagi karyawan. Adapun tujuan daripada pelatihan sebagaimana dikemukakan oleh beberapa ahli diantaranya menurut Drs. AS. Moenir : 1) Memelihara dan meningkatkan kecakapan dan kemampuan dalam menjalankan tugas / pekerjaan baik pekerjaan lama maupun pekerjaan baru, baik dari segi peralatan maupun dari segi metode. 2) Menghaluskan keinginan pegawai untuk maju dari segi kemampuan dan memberikan ras kebanggan kepada mereka. (3 ; hal 162). Menurut Drs. Musanef untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan kepribadian guna memenuhi persyaratan jabatan struktural dan pekerjaannya. (4 ; hal 173). Demikian pula menurut Drs. IG. Wursanto mengemukakan pendapatnya bahwa tujuan pelatihan ialah " Untuk menambah efektifitas dan efisiensi pegawai baik untuk kepentingan sekarang maupun untuk kepentingan yang akan datang".(5 ; hal 113)
Jadi kalau memperhatikan pendapat ketiga ahli tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pelatihan mempunyai tujuan tertentu baik untuk pegawai baru maupun pegawai lama yaitu memberi bantuan kepada para pegawai untuk lebih berprestasi. Sedangkan manfaat pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan perusahaan itu sendiri, juga kepada para pegawai perusahaan yang bersangkutan. Kemanfaatan pelatihan pegawai menurut Prof. Dr. SP. Siagian, MPA, Ph.D adalah sebagai berikut : Penguasaan atas sesuatu disiplin ilmu tertentu, Cakrawala pandangan yang tidak sempit, Menambah rasa ingin tahu, Kemampuan berpikir secara teratur, logis dan sistematis, Daya analisa yang tinggi (6 ; hal 177)
Jumat, 22 November 2013
Kamis, 21 November 2013
- Memutakhirkan keahlian seorang individu sejalan dengan perubahan teknologi.
- Melalui pelatihan, pelatih (trainer) memastikan bahwa setiap individu dapat secara efektif menggunakan teknologi-teknologi baru.
- Mengurangi waktu belajar seorang individu baru untuk menjadi kompeten dalam pekerjaan.
- Membantu memecahkan persoalan operasional.
- Mengorientasikan setiap individu terhadap organisasi.
- Memberikan kemampuan yang lebih tinggi dalam melaksanakan tugas dalam bekerja.
- Meningkatkan tingkat professionalisme para karyawan.
Rabu, 20 November 2013
Selasa, 19 November 2013
Senin, 18 November 2013
1)SAP ERP Financials, yang meliputi Financial Accounting, Financial dan Manajemen Pelaporan, corporate governance and compliance, Manajemen Modal, dan Corporate Performance Management. SAP ERP Financial merupakan inti dari semua implementasi SAP secara global. Fitur dalam SAP ERP Financial ini membantu organisasi merampingkan proses keuangan, mengoptimalkan modal kerja, dan mengelola resiko yang dapat mempengaruhi nilai aset keuangan, membantu proses pembayaran, dan pengaturan margin keuntungan. Juga membantu mempercepat arus kas dan meningkatkan cara pengelolaan uang tunai untuk memaksimalkan liquiditas dan meningkatkan hasil investasi.
Minggu, 17 November 2013
Sabtu, 16 November 2013
Jumat, 15 November 2013
Kamis, 14 November 2013
Rabu, 13 November 2013
Selasa, 12 November 2013
Senin, 11 November 2013
5. Describe an orgazational plan and identify its organizational elements
Minggu, 10 November 2013
Jika melihat perkembangan berbagai teori mengenai kepemimpinan yang ada, maka timbul suatu kesadaran bahwa perkembangan teori kepemimpinan telah berkembang sedemikian pesat sejalan dengan perkembangan kehidupan yang ada. Kepemimpinan tidak lagi dipandang sebagai penunjuk jalan namun sebagai partner yang bersama-sama dengan anggota lain berusaha mencapai tujuan.
Berangkat dari pengertian kepemimpinan itu sendiri, sejak awal mula telah banyak ahli mencoba mendefinisikannya dengan berbagai aspek dan pendekatannya. Istilah ini pun telah sangat dikenal dalam kehidupan sehari-hari karena menyangkut bidang yang sangat luas.
Para ilmuwan memberi arti terhadap kepemimpinan, seperti R.M Stogdill dalam bukunya Miftah Thoha (2007:260) berpendapat bahwa dalam kepemimpinan terdapat unsur kekuasaan yang merupakan sarana pemimpin untuk mempengaruhi perilaku para pengikutnya.
Sementara Robert Dubin dalam bukunya Miftah Thoha (2007:259) berpendapat bahwa kepemimpinan dapat diartikan sebagai pelaksanaan otoritas dan pembuatan keputusan. Wirawan (2002:98) berpendapat bahwa kepemimpinan merupakan interaksi sosial antara pemimpin dan pengikut dalam interaksi sosial kedua belah pihak dapat saling memberikan kebebasan untuk menggunakan kekuasaannya untuk mencapai tujuan sistem sosial dan tujuan pribadi masing-masing. Menurut Northouse, P.G. (2003:3) kepemimpinan adalah suatu proses dimana individu mempengaruhi kelompok untuk mencapai tujuan umum. Pengertian ini dipertajam oleh Dubrin, A.J. (2001:3) bahwa kepemimpinan itu adalah kemampuan untuk menanamkan keyakinan dan memperoleh dukungan dari anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dari beberapa definisi yang telah diajukan tersebut secara jelas menunjukkan bagaimana kepemimpinan tersebut diartikan, yaitu berkaitan usaha mempengaruhi dan menggunakan wewenang. Pengertian tersebut memberi suatu pemikiran bahwa pemimpin dipandang sebagai orang yang memiliki kecakapan lebih dalam usaha untuk memotivasi orang melakukan sesuatu seperti yang diharapkan pemimpin.
Sabtu, 09 November 2013
Salah satu teori mengenai kepemimpinan paling awal yaitu teori sifat memandang bahwa seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan, yaitu : memiliki intelegensi yang tinggi, berkharisma, mampu membuat keputusan, antusias, memiliki kekuatan, berani, memiliki integritas, dan percaya diri. Banyak contoh mengenai pemimpin dengan karakteristik demikian, antara lain : Mahatma Gandhi, Martin Luther, Jr. , Joan of Arc, dan sebagainya. Namun pada kenyataannya, tidak semua pemimpin memiliki kesemua karakateristik, ada diantara mereka yang hanya memiliki beberapa karakteristik tersebut namun telah mampu menggerakkan orang kebanyakan. Teori ini mendasarkan pemikiran bahwa pemimpin itu dilahirkan.
Pandangan teori yang lebih baru memperkenalkan kepemimpinan situasional, yaitu keberhasilan kepemimpinan melibatkan sesuatu yang lebih kompleks dari hanya sekedar sifat-sifat tertentu atau perilaku-perilaku yang diinginkan. Hubungan antara gaya kepemimpinan dan efektifivitas kepemimpinan bergantung pada sejumlah kondisi, satu gaya kepemimpinan hanya tepat diterapkan pada satu kondisi atau situasi tertentu Robbins & Coultar (1996). Jadi dengan demikian seorang pemimpin harus memiliki kemampuan dan kepekaan membaca situasi sehingga ia tahu mana gaya yang paling tepat yang harus dia munculkan dalam situasi tersebut.
Jumat, 08 November 2013
Kepemimpinan yang absolut menurut Philip Crosby (1996) adalah kepemimpinan yang memiliki :
1. Clear Agenda, seorang pemimpin idealnya memiliki dua agenda; satu agenda bagi dirinya sendiri, dan yang kedua adalah agenda bagi organisasinya. Tujuan dari agenda organisasi adalah untuk menentukan kerangka kerja dari semu pekerjaan yang dilakukan sedangkan personal agenda berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pimpinan pribadi sesuai dengan apa yang memang sungguh-sungguh ia inginkan bagi dirinya sendiri dan hanya dia pribadi yang mengetahui. Dalam hal ini agenda tersebut harus dapat diungkapkan dalam kalimat yang dapat dengan jelas diterima dan tujuan yang ditentukan dapat diukur.
2. Personal Philosophy, seorang pemimpin hendaknya memiliki philosophi pelaksanaan yang bersifat pragmatis dan dapat dipahami. Kerangka kerja dari pelaksanaan philosophi tersebut diciptakan dari belajar, inovasi dan keputusan.
3. Enduring Relationship, kehidupan organisasi pada dasarnya terdiri dari sejumlah transaksi dan hubungan. Kunci untuk menjaga suatu hubungan adalah adanya penghargaan terhadap orang lain, memandang orang lain dengan cara yang positif dan keinginan untuk bekerja sama. Orang lain dalam hal ini tidak hanya terbatas pada anggota-anggota saja tetapi termasuk di dalamnya adalah customers, peers, coworkers, maupun suppliers.
4. Worldly, mendunia (being ’worldly’) berkaitan dengan budaya lain, tekhnologi, dan pengumpulan informasi. Hal ini berarti pula bagaimana pemimpin mampu memanfaatkan tekhnologi-tekhnologi baru, memahami pasar global, penghargaan terhadap orang lain, budaya, kondisi dan praktek-praktek bisnis yang berlangsung. Berarti pula mengetahui apa yang sedang terjadi dan mengumpulkan informasi yang bersifat up-to-date.
Teori tentang analisis kepemimpinan berdasarkan ciri, yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan ”traits theory”- menurut Sondang P. Siagian (2003:75) dalam buku Teori & Praktek Kepemimpinan.
Kamis, 07 November 2013
Menambahkan field untuk SAP Infotype standar atau Adding fields to SAP Standard Infotype.
Standar infotype dari SAP dapat kita ketahui dari nama infotype tersebut. Jika berawalan selain angka 9, maka infotype tersebut merupakan infotype standar. Contoh, jika nama infotype tersebut 9100, maka infotype tersebut adalah infotype customizing / buatan sendiri.
Dalam beberapa hal, kadang kita membutuhkan penambahan field pada infotype standar SAP-nya, seperti untuk kelengkapan data yang harus disimpan, dll. SAP memungkinkan kita untuk menambahkan kolom/field tambahan untuk setiap infotype standar-nya.
Infotype akan kita jumpai pada SAP-HR, dan tidak pada modul SAP lainnya, hal ini yang membuat SAP-HR sedikit berbeda.
Dengan menggunakan t-code PM01, (jika ada message bahwa infotype tsb tdk bisa di enhance, gunakan t-code PPCI), terdapat beberapa pilihan tab, yaitu :
1. Create Infotype
2. Copy Infotype
3. Enhance Standard Infotypes
4. Enhance List Screen
5. Delete Non-Standard Infotype
6. Fast Entry for Actions
Rabu, 06 November 2013
1. Pengetahuan umum yang luas,
1. Kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang,
2. Sifat inkuisitif,
3. Kemampuan analistik,
4. Daya ingat yang kuat,
5. Kapasitas integratif,
6. Ketrampilan berkomunikasi secara efektif,
7. Ketrampilan mendidik,
8. Memiliki rasionalitas yang tinggi,
9. Memiliki obyektifitas yang baik,
10. Bersifat pragmatisme (mau menerima kenyataan yang ada),
11. Memiliki kemampuan menentukan skala prioritas,
12. Kemampuan membedakan yang urgen dan yang penting,
13. Rasa tepat waktu,
14. Memiliki rasa kohesi yang tinggi (mampu menjaga dan memelihara
kekompakan tim kerjanya),
15. Memiliki naluri relevansi yang tinggi,
16. Mampu menjadi teladan,
17. Bersedia menjadi pendengar yang baik,
18. Memiliki adaptabilitas (tanggap terhadap perubahan yang terjadi dan
mampu menyesuaikan diri) yang baik,
19. Memiliki fleksibilitas (kelenturan) yang baik,
20. Ketegasan,
21. Keberanian,
22. Orientasi masa depan,
23. Memiliki sikap yang antisipatif (bersifat proaktif).
Selasa, 05 November 2013
Gaya kepemimpinan mencerminkan apa yang dilakukan oleh pemimpin dalam mempengaruhi pengikut untuk merealisasikan visinya. Fred Luthans dalam bukunya Wirawan (2002:80), menyatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah cara pemimpin mempengaruhi para pengikutnya yang disesuaikan dengan faktor budaya. Pola pikir Robert Tannenbaum dan Warren H dalam bukunya Wirawan (2002:98) memiliki teori dengan model gaya kepemimpinan berbagi kekuasaan. Model ini disusun dengan asumsi bahwa kepemimpinan merupakan proses interaksi kekuasaan antara pemimpin dan para pengikutnya. Hubungan tersebut didasarkan pada tinggi rendahnya kebebasan penggunaan kekuasaan oleh pemimpin dan tinggi rendahnya kebebasan pengikut untuk menggunakan kekuasaan mereka dalam interaksi kepemimpinan. Kebebasan mempergunakan kekuasaan diaplikasikan oleh pemimpin dan para pengikutnya untuk berinisiatif, mengembangkan dan menggunakan kreativitas dan inovasi, mengambil keputusan, menggunakan teknik mempengaruhi, dan menyusun pola komunikasi.
Setiap pemimpin pada dasarnya memiliki perilaku yang berbeda dalam memimpin para pengikutnya. Perilaku para pemimpin ini secara singkat disebut gaya kepemimpinan (Leadership style). Gaya kepemimpinan merupakan suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya yang dinyatakan dalam bentuk pola tingkah laku atau kepribadian.
Senin, 04 November 2013
Secara umum orang berusia muda cenderung memiliki sifat yang dinamis dan idealis. Sebaliknya semakin bertambah usia seseorang cenderung pula mengurangi kemampuannya berpikir dan bekerja lebih keras. Tentunya hal ini tidak selalu berlaku pada setiap orang.
Fisik, Mental dan Pikiran (Intelektual)
Setiap manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang unik, artinya tidak ada satupun manusia yang memiliki keberadaan yang sama satu dengan lainnya. Perbedaan ini terlihat dari fisik (tubuh) , mental dan pikirannya yang akhirnya mempengaruhi kepribadiannya.
Pendidikan
Salah satu faktor yang membentuk kehidupan manusia adalah pendidikan yang pernah diterimanya, baik di lembaga pendidikan yang bersifat formal maupun informal. Semakin tinggi pendidikan yang pernah diterima seseorang, umumnya akan semakin menambah wawasan dan kemampuannya.
Kematangan
Proses waktu cenderung akan membentuk kematangan atau kedewasaan seseorang, semakin ia belajar akan kesalahan-kesalahan dan berusaha untuk memperbaikinya, semakin ia bertambah dewasa untuk mengerti banyak hal.
Latar Belakang Kehidupan
Kehidupan manusia dimulai dan diakhiri dengan latar belakang yang berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh latar belakang budaya. Nilai dan norma yang berbeda. Yang pada intinya dapat bersumber dari keluarga, kerabat, teman dan masyarakat secara umum.
Minggu, 03 November 2013
Sabtu, 02 November 2013
PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah
pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat
menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau
dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner
manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan
untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk
ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain sistem perencanaan,
penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja,
kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya
manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara
langsung sumber daya manusianya.
Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli:
1. Menurut Melayu SP. Hasibuan.
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan
efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
2. Menurut Henry Simamora
MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa
dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja.
MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan
personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan
dan hubungan perburuhan yang mulus.
3. Menurut Achmad S. Rucky
MSDM adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan,
pengemebangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara efektif
untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh organisasi
tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.








