Sabtu, 30 November 2013

ima tipologi kepemimpinan yang diakui keberadaannya yaitu :
1. Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Otokratik
a. Menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya.
b. Dalam menegakkan disiplin menunjukkan kekakuan.
c. Bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi.
d. Menggunakan pendekatan punitif dalam hal terjadinya penyimpangan oleh bawahan.
2. Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Paternalistik
a. Tipe pemimpin yang paternalistik banyak terdapat di lingkungan masyarakat yang masih bersifat tradisional, umumnya di masyarakat yang agraris.
b. Rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.
c. Pengambilan keputusan atau kebijakan operasional dilakukan oleh pemimpin dengan informasi yang disediakan oleh pengikut.
d. Pemimpin melaksanakan prinsip bahwa mereka adalah tauladan yang harus diikuti para pengikut kemudian motivasi mereka, dan dari belakang mempengaruhi serta mengevaluasi para pengikutnya.
e. Pemimpin menganggap dan memperlakukan pengikut sebagai orang yang belum dewasa dan perlu dibimbing terus menerus.
f. Komunikasi dua arah dapat terjadi ketika pemimpin menghendakinya.
3. Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Kharismatik
a. Ada karakteristik yang khas yaitu daya tariknya yang sangat yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar.
b. Pemimpin menentukan visi, misi, strategi dan target organisasi dengan dukungan informasi dan partisipasi dari para pengikut.
c. Pemimpin bersama-sama para pengikutnya mengambil keputusan untuk melaksanakan visi, misi, strategi dan tugas organisasi.
d. Pemimpin melakukan pembagian tugas dan mendelegasikan sebagian tugas dan wewenangnya kepada pengikutnya.
Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Pemimpin Terima Beres (Laissez Faire)
a. Pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif.
b. Pengambilan keputusan diserahkan kepada para pejabat pimpinan yang lebih rendah dan kepada para petugas operasional, kecuali dalam hal-hal tertentu yang nyata-nyata menuntut keterlibatannya secara langsung.
c. Status quo organisasional tidak terganggu.
d. Penumbuhan dan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindak yang inovatif dan kreatif diserahkan kepada para anggota organisasi yang bersangkutan sendiri.
e. Sepanjang dan selama para anggota organisasi menunjukkan perilaku dan prestasi kerja yang memadai, intervensi pimpinan dalam perjalanan organisasi berada pada tingkat yang minimum.
5. Ciri dan Gaya Kepemimpinan : Demokratik
a. Kebebasan pemimpin dan pengikut untuk menggunakan kekuasaannya sedang dan saling mengontrol.
b. Pemimpin berpendapat tidak dapat melakukan tugasnya dan mengambil keputusan tanpa para pengikutnya.
c. Pengikut tidak dapat melakukan tugasnya tanpa pemimpinnya.
d. Penentuan visi, misi, dan strategi organisasi dilakukan bersama pemimpin dan para pengikutnya dipimpin oleh pemimpin.
e. Dalam mengambil keputusan maka pengumpulan informasi mengumpulkan alternatif, dan memilih untuk melaksanakan pekerjaan bersama-sama dengan pengikutnya.
f. Pemimpin dan pengikut secara bersama-sama membuat rencana kegiatan dan dilaksanakan oleh pengikut di bawah supervisi pemimpin.
g. Komunikasi berlangsung secara formal dan informal secara tiga arah, kebawah, atas, dan menyamping.

Jumat, 29 November 2013

Deretan Perilaku
Sumber: Miftah Thoha (2007:51)
Menurut Sondang P. Siagian (2003:75) dalam pembahasan tipologi kepemimpinan bahwa gaya kepemimpinan seseorang tidak bersifat ”fixed”, artiya seseorang yang menduduki jabatan pimpinan mempunyai kapasitas untuk ”membaca” situasi yang dihadapinya secara tepat dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya, meskipun penyesuaian itu mungkin hanya bersifat sementara. Karena penyesuaian-penyesuaian tertentu memang merupakan kenyataan kehidupan manajerial seseorang yang menduduki jabatan pimpinan, logis apabila dikenali terlebih dahulu tipe-tipe pemimpin yang dikenal dewasa ini. Logis karena penyesuaian yang perlu dilakukan perubahan dari satu ke tipe yang lain, suatu perubahan yang mungkin hanya selama berlangsungnya situasi tertentu menuntut penyesuaian tersebut.

Kamis, 28 November 2013

Gaya kepemimpinan mencerminkan apa yang dilakukan oleh pemimpin dalam mempengaruhi pengikut untuk merealisasikan visinya. Fred Luthans dalam bukunya Wirawan (2002:80) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah cara pemimpin mempengaruhi para pengikutnya yang disesuaikan dengan faktor budaya. Pola pikir Robert Tannenbaum dan Warren H dalam bukunya Wirawan (2002:98) memiliki teori dengan model gaya kepemimpinan berbagi kekuasaan. Model ini disusun dengan asumsi bahwa kepemimpinan merupakan proses inteaksi kekuasaan antara pemimpin dan para pengikutnya. Hubungan tersebut didasarkan pada tinggi rendahnya kebebasan penggunaan kekuasaan oleh pemimpin dan tinggi rendahnya kebebasan pengikut untuk menggunakan kekuasaan mereka dalam interaksi kepemimpinan. Kebebasan menggunakan kekuasaan diaplikasikan oleh pemimpin dan para pengikutnya untuk berinisiatif, mengembangkan dan menggunakan kreatifitas dan inisiatif, mengambil keputusan, menggunakan teknik mempengaruhi, dan menyusun pola komunikasi.

Rabu, 27 November 2013



16.Jelaskan gambaran from vacancy to hiring

17.Jelaskan. Typical process in recruitment
A typical process in Recruitment may involve the following steps :
· The vacant positions are published in job advertisements.
· The applicants' data is entered in system (name, address, qualifications, applicants' number, and so on).
· A complex selection process takes place, culminating in a decision being made.
· The employment contracts are generated for the applicants who are to be hired.
· The applicant data is transferred to HCM master data.

18. Jelaskan personnel management
Integration between Recruitment and Personnel Administration enables the applicant data to transferred as employee data, which you the
n have to supplement. Employee data is stored in mySAP ERP HCM as infotype records. The data can be displayed, copied, corrected, and deleted.

19. Dimana disimpannya employee data?
Di Master Data, pada Personnel File.

20. Sebutkan tiga cara memaintain infotype
You can maintain infotypes in various ways:
· Single-screen maintenance (one infotype for one person)
· Personnel actions (sequence of infotype for one person)

Selasa, 26 November 2013


11.Gambarkan proses mySAP HCM


12.Gambarkan the organizational plan

13. Jelaskan konsep-konsep organizational unit, job,position, persons
· Organizational unit describe the various business units in your organization. Several organizational units, along with their relationships, make up the organizational structure. Organizational units can be divided according to functional or regional criteria, for example.
· Job are general descriptions or templates that apply to several positions with comparable requirements, tasks, and characteristics.
· Position is the smallest organ
izational units of the organizational structure. They represent the distribution of tasks amongst individual employees in the organization. Position is occupied by person.
· Persons occupy positions within the organizational structure. They represent the employees in your organization.

14. Jelaskan yang dimaksud dengan recuitment dan sumbernya
The process from entering applicant data to staffing a position. This applies both to external applicants, that is, new hires, and to internal employees changing position.

15. Jelaskan yang dimaksud dengan
vacancies
Being unoccupied, emptiness, not filled, empty, an unoccupied position or job.

· Fast entry (one infotype for multiple persons)

Senin, 25 November 2013



6. Describe the manager's desktop and the functions it supports
Repsenting staffing requirements, advertising, managing and selecting applicant correpondence.

7. List the recruitment activities and functions that drive a successful recruitment plan
A typical process in Recruitment may involve the following steps :
· The vacant positions are published in job advertisements.
· The applicants' data is entered in system (name, address, qualifications, applicants' number, and so on).
· A complex selection process takes place, culminating in a decision being made.
· The employment contracts are generated for the applicants who are to be hired.
· The applicant data is transferred to HCM master data.

8. Describe how personnel time is managed and evaluated in the human resources module
By the process of recording employee's activity and development. The Time Management component supports you in all processes that concern planning, recording, and valuating employees' attendance and absence times.

9. Define how payroll is managed within an organization using the human resources component
mySAP ERP Financial have the record of employee's activity and its calculate employee's remuneration for the work that they performed.

10.Manfaat dari modul mySAP HCM
Mempermudah dan mempersingkat waktu untuk segala kegiatan yang berhubungan dengan tenaga kerja bagi suatu perusahaan.


Minggu, 24 November 2013

SAP merupakan software yang banyak dipakai di perusahaan besar untuk mendukung integrasi proses bisnis. Lima tahun terakhir, di perusahaan negara-negara Asia, termasuk Indonesia,  sedang gencar-gencarnya mengimplementasikannya. Software buatan Jerman ini telah lama dipakai di perusahaan besar Eropa dan Amerika.

 Tahun ini, SAP juga menyiapkan paket khusus untuk perusahaan menengah. Tentunya dengan banyaknya pangsa pasar ini, juga membuka peluang tenaga kerja bagi dunia IT.

 

Di Indonesia, banyak perusahaan besar yang telah mengimplementasikan SAP, ambil contoh Astra International, Toyota Astra Motor, Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bentoel Prima, United Tractor, Daihatsu Motor, Pertamina, Aqua, Auto 2000, Blue Bird dan banyak perusahaan lagi. Modul yang diimplementasikan pun beragam. Ada yang hanya memakai

 

   untuk keperluan area tertentu seperti Financial Accounting saja atau Sales and Distributon saja atau banyak pula yang mengintegrasikan beberapa modul.

Scope integrasi, mahalnya license tiap user SAP yang relative mahal, biaya consultant yang lumayan dan tingginya 'kutu loncat' SDM SAP, menyebabkan tidak semua perusahaan 'berani' memakai solusi SAP.

 

Sabtu, 23 November 2013

Pelatihan bagi karyawan perusahaan apakah ada manfaatnya? Pelatihan pengembangan bagi perusahaan apakah penting untuk direkomendasikan ? Pelatihan pengembangan bagi karyawan atau bahkan bagi para manajer apakah dapat membantu mencapai tujuan perusahaan? Pelatihan dan program pengembangan untuk sumber daya manusia di perusahaan apakah layak mendapat perhatian penting bagi para pengambil kebijakan perusahaan atau pemilik perusahaan? Di Trira Training ini akan dibahas mengenai banyak informasi pelatihan dan informasi training yang berorientasi untuk membantu program pengembangan Sumber Daya Manusia di perusahaan.
Pelatihan merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan dalam usaha mengembangkan karyawan, bentuk usaha lainnya dalam pengembangan karyawan ini adalah pendidikan. Kedua bentuk usaha pengembangan karyawan ini digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan dan meningkatkan pengetahuan umum bagi karyawan. Adapun tujuan daripada pelatihan sebagaimana dikemukakan oleh beberapa ahli diantaranya menurut Drs. AS. Moenir : 1) Memelihara dan meningkatkan kecakapan dan kemampuan dalam menjalankan tugas / pekerjaan baik pekerjaan lama maupun pekerjaan baru, baik dari segi peralatan maupun dari segi metode. 2) Menghaluskan keinginan pegawai untuk maju dari segi kemampuan dan memberikan ras kebanggan kepada mereka. (3 ; hal 162). Menurut Drs. Musanef untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan kepribadian guna memenuhi persyaratan jabatan struktural dan pekerjaannya. (4 ; hal 173). Demikian pula menurut Drs. IG. Wursanto mengemukakan pendapatnya bahwa tujuan pelatihan ialah " Untuk menambah efektifitas dan efisiensi pegawai baik untuk kepentingan sekarang maupun untuk kepentingan yang akan datang".(5 ; hal 113)
Jadi kalau memperhatikan pendapat ketiga ahli tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pelatihan mempunyai tujuan tertentu baik untuk pegawai baru maupun pegawai lama yaitu memberi bantuan kepada para pegawai untuk lebih berprestasi. Sedangkan manfaat pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan perusahaan itu sendiri, juga kepada para pegawai perusahaan yang bersangkutan. Kemanfaatan pelatihan pegawai menurut Prof. Dr. SP. Siagian, MPA, Ph.D adalah sebagai berikut : Penguasaan atas sesuatu disiplin ilmu tertentu, Cakrawala pandangan yang tidak sempit, Menambah rasa ingin tahu, Kemampuan berpikir secara teratur, logis dan sistematis, Daya analisa yang tinggi (6 ; hal 177)

Jumat, 22 November 2013

Dalam suatu lembaga perlu adanya Program Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena dalam sebuah lembaga, khususnya organisasi, perusahaan, maupun instansi pemerintah diperlukan adanya kompetensi dan persaingan yang ketat pada masing-masing bidangnya. Namun, yang terjadi seringkali tidak tahu apa yang harus dilakukan oleh lembaga tersebut.

Pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkaitan dengan skill, semangat, dan etos  kerja bagi anggota staff maupun karyawan perlu untuk dikaji ulang oleh para pimpinan untuk memperoleh hasil kerja yang maksimal. Tidak hanya itu, dalam suatu lembaga maupun perusahaan biasanya terjadi kericuhan yang tidak diketahui sehingga mempengaruhi suasana dan ruang kerja sehari - hari.
Sjafri Mangkuprawira mengungkapkan : "pelatihan bagi karyawan merupakan sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu serta sikap agar karyawan semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik, sesuai dengan standar." (2004).

Hal yang harus dilakukan dalam program pelatihan dan pengembangan Sumber daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan etos kerja dan kemampuan dalam organisasi maupun perusahaan, mengingat banyaknya karyawan maupun staf pemerintahan yang masih belum memiliki skill, kompetensi, maupun keahlian yang memadahi dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Tentunya sangat berpengaruh dengan lingkungan kerja.


Kamis, 21 November 2013


Pelatihan dan pengembangan dapat membantu untuk menjamin bahwa anggota organisasi memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan secara efektif, mengambil satu tanggung jawab baru, dan beradaptasi dengan perubahan kondisi. Pelatihan ini terfokus pada pengajaran anggota organisasi (sumber daya manusia) tentang bagaimana mereka dapat menjalankan pekerjaan dan membantu mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang di butuhkan untuk kinerja yang efektif. Sedangkan pengembangan terfokus pada membangun pengetahuan dan keterampilan anggota organisasi sehingga mereka dapat dipersiapkan untuk mengambil tanggung jawab dan tantangan baru.

Dengan melakukan pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam instansi, maka diharapkan kinerja dalam perusahaan akan semakin meningkat dan maksimal. Brikut Beberapa fungsi dan tujuan dalam Program Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia:
  1. Memutakhirkan keahlian seorang individu sejalan dengan perubahan teknologi.
  2. Melalui pelatihan, pelatih (trainer) memastikan bahwa setiap individu dapat secara efektif menggunakan teknologi-teknologi baru.
  3. Mengurangi waktu belajar seorang individu baru untuk menjadi kompeten dalam pekerjaan.
  4. Membantu memecahkan persoalan operasional.
  5. Mengorientasikan setiap individu terhadap organisasi.
  6. Memberikan kemampuan yang lebih tinggi dalam melaksanakan tugas dalam bekerja.
  7. Meningkatkan tingkat professionalisme para karyawan.


Rabu, 20 November 2013


Disaat kompetisi antar organisasi berlangsung sangat ketat, persoalan produktivitas menjadi salah satu penentu keberlangsungan organisasi disamping persoalan kualitas dan kemampuan karyawan. Program pelatihan dan pengembangan SDM dapat memberi jaminan pencapaian ketiga persoalan tersebut pada peringkat organisasional.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), diantaranya dengan melakukan diklat, seminar, atau kegiatan pelatihan diluar rungan seperti kegiatan outbound training, corporate culture, dan berbagai pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lainnya.

Selasa, 19 November 2013

Bisa dikatakan SAP ERP adalah basis dari pengembangan fungsi-fungsi yang dibuat oleh SAP untuk memenuhi kebutuhan setiap proses baru yang dibutuhkan di dalam perusahaan. Sehingga apabila customer telah mengimplementasikan SAP ERP maka akan lebih mudah untuk memperluas implementasi fungsi-fungsi baru.
Sehingga dapat kita simpulkan bahwa SAP ERP membantu untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas secara signifikan, memperluas jangkauan proses bisnis. Membantu organisasi terlibat dan terhubung dengan lebih banyak orang secara real time baik dalam organisasi maupun diluar organisasi seperti pelanggan, pemasok, dan partner bisnis. Memberikan informasi yang dibutuhkan anggota organisasi untuk bertindak efisien dan merespon dengan cepat terhadap perubahan pasar dan tantangan kompetitif yang semakin ketat. Mengurangi resiko dan mengoptimalkan belanja TI, meningkatkan manajerial keuangan, tata kelola perusahaan dan imbal balik dari investasi yang lebih cepat.

Senin, 18 November 2013

empat fungsi utama aplikasi yang membentuk produk ini yaitu:
1)SAP ERP Financials, yang meliputi Financial Accounting, Financial dan Manajemen Pelaporan, corporate governance and compliance, Manajemen Modal, dan Corporate Performance Management. SAP ERP Financial merupakan inti dari semua implementasi SAP secara global. Fitur dalam SAP ERP Financial ini membantu organisasi merampingkan proses keuangan, mengoptimalkan modal kerja, dan mengelola resiko yang dapat mempengaruhi nilai aset keuangan, membantu proses pembayaran, dan pengaturan margin keuntungan. Juga membantu mempercepat arus kas dan meningkatkan cara pengelolaan uang tunai untuk memaksimalkan liquiditas dan meningkatkan hasil investasi.
2)SAP ERP Human Capital Management, meliputi proses manajemen karyawan untuk Manajemen Sumber Daya Manusia, administrasi kepegawaian dan proses penggajian. Berbagai fungsi pada modul ini mulai dari proses dari applicant sampai menjadi employee, life cycle pekerjaan seperti mutasi, promosi, demosi sampai terminasi dan pensiun. Fitur di HCM ini berkontribusi dalam hal produktivitas dan profitabilitas sebuah organisasi dengan menjalankan biaya yang efektif dan efisien dalam operation di HR mulai dari Hire, pengembangan dan mempertahankan talenta-talenta terbaik di semua level. Mengelola tugas Sumber Daya Manusia dengan memberikan informasi yang lengkap, real time yang pada akhirnya akan membantu dalam mengelola karyawan secara lebih efective, meningkatkan kepuasan karyawan, dan mengontrol semua biaya yang dikeluarkan untuk karyawan.
3)SAP ERP Operations, menggabungkan proses penyediaan produk dan services kepada customer. Fungsi-fungsi yang didukung antara lain Procurement dan Logistic execution, pengembangan produk, manufacturing, sales dan service.
4)SAP ERP Corporate Services, meliputi banyak fungsi corporate yang biasanya diluar ketiga group yang di atas. Seperti Real Estate Management, Asset Management, Manajemen produk dan Porfolio, environment, health and safety management, dan quality management. Apakah service ini mau dibuat sentralisasi atau desentralisasi, service corporate ini dapat dimanage di dalam SAP ERP corporate services.

Minggu, 17 November 2013

1. Jelaskan HCM structure
Enterprise Structure – to the – Personnel Structure – to the – Organizational Structure.
2. Jelaskan personnel action
Personnel Action: sequence of infotypes to generate complex personel basic data.
3. Berikan contoh infotype
Personal Data : Name, Date of Birth, Address, so on.
4. Jelaskan personnel development
In the Personnel Development component, you can plan and realize personnel development and further education and training for your employees, with integration with Training and Event Management. The personnel development requirements result from a comparison of the requirements of the job and the employee's existing qualifications.
5. Darimana sumber personnel development?
The personnel development require
ments result from a comparison of the requirements of the job and the employee's existing qualifications.
6. Jelaskan training and event management?
Training and event management is a highly integrated component that supports you in planning, executing, and managing your training courses and business events.
7. Jelaskan empat proses utama dalam training and event management
1. Preparation of Business Event:
· Business event environment
· Create business event groups
· Create business event types
2. Business event Catalog:
· Create business event dates with and without resources
· Plan business event dates based on requirements
3. Day-to-day Activities:
· Book
· Prebook
· Replace
· Rebook
· Cancel
Business events
o Correspondence
4. Recurring Tasks:
· Firmly book / cancel
· Lock / unlock
· Follow up
Business events
o Carry out appraisals
o Repost costs, allocate activities and issue invoices
8. Jelaskan time management
The Time Management component supports you in all processes that concern planning, recording, and valuating employees' attendance and absence times.
9. Jelaskan proses time management
Record – Valuate – Use Time Data.
10. Sebutkan cara mencatat time management.
There are various options available for recording time data such as hours worked, vacation, off-site work, or substitutions:
· Online by time administrators (using the Time Manager's Workplace, for example)
· Using front-end time recording systems
· Using the mySAP ERP Cross-Application Time Sheet (CATS)
· Using Employee Self-Service applications (ESS)


Sabtu, 16 November 2013


11. Dimana disimpannya time management?
12. Jelaskan appraisal
The appraisal functionality in Personnel Development supports you with flexible appraisal processes that you can use to carry out standardizes appraisals with the highest level of objectivity.
13. Gambarkan appraisal
· 360 appraisal
· Course appraisals
· Personnel appraisal
· Survey
· Target setting and appraisal
14. Bagaimana mengintegrasikan appraisal dengan mySAP HCM
Integration with mySAP ERP HCM Personnel Development enables you to transfer requirements profiles from positions or qualifications from the qualifications catalogdirectly to your employees' individual objective-setting agreements.
15. Jelaskan payroll
It encompasses a multitude of processes, such as the creation of payroll result and salary statements, bank  transfers, and payment by check. The processes include a number of follow-on activities, such as transferring the result to mySAP ERP Financials.
16. Jelaskan gambaran payroll

17. Jelaskan tahap perhitungan employee remuneration
An employees' remuneration is calculated in two main steps:
1) Grouping the remuneration elements, that is, the gross payroll.
2) Legal and voluntary deductions, that is, the country-specific net payroll.
18. Jelaskan personnel cost planning
Personnel Cost Planning and simulation can draw from a very wide data basis and can be integrated with other applications. Its supports business processes that reach beyond the boundaries of departments and applications. Information about payment can be derived from various sources to create personnel cost plans.
19. Jelaskan penggunaan personnel cost planning
- Menciptakan anggaran pelatihan untuk manajemen pelatihan acara ang
- Mentransfer data untuk mengendalikan
- Mengekstraksi proyeksi biaya untuk analisis lebih lanjut dapat di gudang informasi bisnis SAP
20. Jelaskan gambar personnel cost planning

Jumat, 15 November 2013


Sebelum mendesign program pelatihan dan pengembangan, manajer seharusnya menunjukkan perkiraan kebutuhan untuk menentukan mana-mana karyawan yang memerlukan pelatihan dan pengembangan dan jenis pengetahuan atau keterampilan apa yang mereka butuhkan. Tujuan utama dari pelatihan dan pengembangan ini adalah untuk mengatasi kekurangan-kekurangan para sumber daya manusia dalam bekerja yang disebabkan oleh kemungkinan ketidakmampuan dalam pelaksanaan pekerjaan, dan sekaligus berupaya membina mereka agar menjadi lebih produktif. Adapun yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelatihan dan pengembangan ini adalah pimpinan organisasi di semua level dan dapat dibantu oleh para staff spesialist yang ditugaskan organisasi untuk melaksanakan program pelatihan dan pengembangan.

Senin, 11 November 2013

1. Sebutkan fungsi-fungsi human capital management!
To compete effectively, and you can maximize the value of your employees and align employee skills, activity, and incentives with business objectives and strategies.

2. Outline the task associated within my SAP ERP HCM
The solution optimizes each employee's contribution by aligning employee skills, activities, and incentives with business objectives and the strategies to reach them. It also provides tools to manage, measure, and reward individual and team contributions.

3. Explain how SAP within mySAP HCM supports key process in HCM
mySAP ERP HCM provides the tools to manage, measure, and reward individual and team contributions.

4. Differentiate between SAP HR organizational element and master data
Infotypes - Master data di SAP HR diadakan di infotypes. Sejak master data adalah elemen data kunci di mana pengguna perlu dibatasi pembatasan infotype menjadi sangat penting dalam konteks SAP HR.

     5. Describe an orgazational plan and identify its organizational elements
You create an organizational plan, which is comprehensive and dynamic model of the structural and personnel environment in your enterprise. Its have some of the key terms used in Organizational Management that same with organizational elements.


Minggu, 10 November 2013

2.1. KepemimpinanMasalah kepemimpinan merupakan hal yang sangat luas dan menyangkut bidang yang sangat luas dan memainkan peran yang sangat penting dalam bidang pemasaran, pendidikan, industri, organisasi sosial bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam setiap masyarakat timbul dua kelompok yang berbeda peranan sosialnya, yaitu yang memimpin sebagai golongan kecil yang terpilih dan kelompok yang dipimpin adalah orang kebanyakan. Tanpa adanya seorang pemimpin maka tujuan organisasi yang dibuat tidak akan ada artinya karena tidak ada orang yang bertindak sebagai penyatu terhadap berbagai kepentingan yang ada.
Jika melihat perkembangan berbagai teori mengenai kepemimpinan yang ada, maka timbul suatu kesadaran bahwa perkembangan teori kepemimpinan telah berkembang sedemikian pesat sejalan dengan perkembangan kehidupan yang ada. Kepemimpinan tidak lagi dipandang sebagai penunjuk jalan namun sebagai partner yang bersama-sama dengan anggota lain berusaha mencapai tujuan.
Berangkat dari pengertian kepemimpinan itu sendiri, sejak awal mula telah banyak ahli mencoba mendefinisikannya dengan berbagai aspek dan pendekatannya. Istilah ini pun telah sangat dikenal dalam kehidupan sehari-hari karena menyangkut bidang yang sangat luas.
Para ilmuwan memberi arti terhadap kepemimpinan, seperti R.M Stogdill dalam bukunya Miftah Thoha (2007:260) berpendapat bahwa dalam kepemimpinan terdapat unsur kekuasaan yang merupakan sarana pemimpin untuk mempengaruhi perilaku para pengikutnya.
Sementara Robert Dubin dalam bukunya Miftah Thoha (2007:259) berpendapat bahwa kepemimpinan dapat diartikan sebagai pelaksanaan otoritas dan pembuatan keputusan. Wirawan (2002:98) berpendapat bahwa kepemimpinan merupakan interaksi sosial antara pemimpin dan pengikut dalam interaksi sosial kedua belah pihak dapat saling memberikan kebebasan untuk menggunakan kekuasaannya untuk mencapai tujuan sistem sosial dan tujuan pribadi masing-masing. Menurut Northouse, P.G. (2003:3) kepemimpinan adalah suatu proses dimana individu mempengaruhi kelompok untuk mencapai tujuan umum. Pengertian ini dipertajam oleh Dubrin, A.J. (2001:3) bahwa kepemimpinan itu adalah kemampuan untuk menanamkan keyakinan dan memperoleh dukungan dari anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dari beberapa definisi yang telah diajukan tersebut secara jelas menunjukkan bagaimana kepemimpinan tersebut diartikan, yaitu berkaitan usaha mempengaruhi dan menggunakan wewenang. Pengertian tersebut memberi suatu pemikiran bahwa pemimpin dipandang sebagai orang yang memiliki kecakapan lebih dalam usaha untuk memotivasi orang melakukan sesuatu seperti yang diharapkan pemimpin.

Sabtu, 09 November 2013

Kepemimpinan itu ada pada diri pemimpin atau manajer. Dari aspek karakteristik dibedakan antara karakteristik pemimpin (Leader) dengan karakteristik manajer. Luthans (2002:576) menegaskan bahwa karakteristik pemimpin di abad XXI adalah : menciptakan sesuatu yang baru (Innovates), asli dari pemimpin (An original), mengembangkan (Develops), terkonsentrasi pada manusia (Focuses on people), menghidupkan rasa percaya (Inspires trust), memiliki perspektif jangka panjang (Long range perspective), ia menanyakan apa dan mengapa (Asks what and why), berpandangan sama pada sesamanya (Eye on the horizon), memiliki keaslian (Originates), menentang kemapanan (Challenges the status quo), mengakui tanggung jawab ada pada pemimpin (Own person), mengerjakan dengan benar (Does the right thing).
Salah satu teori mengenai kepemimpinan paling awal yaitu teori sifat memandang bahwa seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan, yaitu : memiliki intelegensi yang tinggi, berkharisma, mampu membuat keputusan, antusias, memiliki kekuatan, berani, memiliki integritas, dan percaya diri. Banyak contoh mengenai pemimpin dengan karakteristik demikian, antara lain : Mahatma Gandhi, Martin Luther, Jr. , Joan of Arc, dan sebagainya. Namun pada kenyataannya, tidak semua pemimpin memiliki kesemua karakateristik, ada diantara mereka yang hanya memiliki beberapa karakteristik tersebut namun telah mampu menggerakkan orang kebanyakan. Teori ini mendasarkan pemikiran bahwa pemimpin itu dilahirkan.
Pandangan teori yang lebih baru memperkenalkan kepemimpinan situasional, yaitu keberhasilan kepemimpinan melibatkan sesuatu yang lebih kompleks dari hanya sekedar sifat-sifat tertentu atau perilaku-perilaku yang diinginkan. Hubungan antara gaya kepemimpinan dan efektifivitas kepemimpinan bergantung pada sejumlah kondisi, satu gaya kepemimpinan hanya tepat diterapkan pada satu kondisi atau situasi tertentu Robbins & Coultar (1996). Jadi dengan demikian seorang pemimpin harus memiliki kemampuan dan kepekaan membaca situasi sehingga ia tahu mana gaya yang paling tepat yang harus dia munculkan dalam situasi tersebut.

Jumat, 08 November 2013

Dalam bukunya Absolute Leadership, Philip Crosby (1996) menyatakan bahwa berdasarkan pada pengalamannya pribadi selama bertahun-tahun kualitas kepemimpinan tidak hanya sekedar kemampuan untuk merespon secara efektif terhadap situasi tertentu, tetapi seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang diarahkan oleh kemutlakan tertentu (certain absolute). Dia tidak membahas mengenai suatu gaya kepemimpinan tertentu, atau memberikan suatu resep bagi keberhasilan pemimpin, namun dia melihat praktek kepemimpinan sebagai suatu penjabaran dari keyakinan pemimpin yaitu suatu inti kompetensi personal yang tinggi yang sungguh-sungguh dimiliki oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin pada hakekatnya harus memegang teguh suatu gambaran besar dalam pikirannya baik yang berkaitan dengan budget dan finansial, kualitas produk, pelayanan. Pada kenyataan bahwa kualitas kepemimpinan tumbuh dan tercipta dari hubungan dengan orang-orang lain dalam organisasi dan bahwa pemimpin harus meluangkan waktu untuk menjaga hubungan tersebut. Penekanan yang ada adalah menyentuh pada hubungan emosi tidak hanya pada rasio saja. Jadi kepemimpinan lebih menyentuh pada hati dan jiwa. Pemimpin yang sesungguhnya adalah seseorang yang mengetahui bahwa keberhasilannya tidak tergantung kepada gelarnya, tetapi pada pilihan yang mereka buat dan nilai-nilai yang mereka pegang teguh. Lebih lanjut Philip Crosby (1996) mengartikan kepemimpinan adalah secara sengaja menumbuhkan tindakan dalam diri orang dalam suatu cara yang terencana yang bertujuan untuk memenuhi agenda pemimpin. Dari definisi ini terkandung pengertian bahwa memilih orang secara berhati-hati dan mengarahkan mereka untuk mencapai tujuan yang ada dengan jelas dalam pikiran, mendorong orang untuk berusaha mencapai tujuan, mengarahkan untuk peka terhadap segala yang terjadi serta mengambil sikap tertentu untuk mengantisipasinya, yang terakhir adalah bahwa pemimpin harus memiliki agenda yang jelas mengenai apa dan bagaimana kehendak mereka.
Kepemimpinan yang absolut menurut Philip Crosby (1996) adalah kepemimpinan yang memiliki :
1. Clear Agenda, seorang pemimpin idealnya memiliki dua agenda; satu agenda bagi dirinya sendiri, dan yang kedua adalah agenda bagi organisasinya. Tujuan dari agenda organisasi adalah untuk menentukan kerangka kerja dari semu pekerjaan yang dilakukan sedangkan personal agenda berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pimpinan pribadi sesuai dengan apa yang memang sungguh-sungguh ia inginkan bagi dirinya sendiri dan hanya dia pribadi yang mengetahui. Dalam hal ini agenda tersebut harus dapat diungkapkan dalam kalimat yang dapat dengan jelas diterima dan tujuan yang ditentukan dapat diukur.
2. Personal Philosophy, seorang pemimpin hendaknya memiliki philosophi pelaksanaan yang bersifat pragmatis dan dapat dipahami. Kerangka kerja dari pelaksanaan philosophi tersebut diciptakan dari belajar, inovasi dan keputusan.
3. Enduring Relationship, kehidupan organisasi pada dasarnya terdiri dari sejumlah transaksi dan hubungan. Kunci untuk menjaga suatu hubungan adalah adanya penghargaan terhadap orang lain, memandang orang lain dengan cara yang positif dan keinginan untuk bekerja sama. Orang lain dalam hal ini tidak hanya terbatas pada anggota-anggota saja tetapi termasuk di dalamnya adalah customers, peers, coworkers, maupun suppliers.
4. Worldly, mendunia (being ’worldly’) berkaitan dengan budaya lain, tekhnologi, dan pengumpulan informasi. Hal ini berarti pula bagaimana pemimpin mampu memanfaatkan tekhnologi-tekhnologi baru, memahami pasar global, penghargaan terhadap orang lain, budaya, kondisi dan praktek-praktek bisnis yang berlangsung. Berarti pula mengetahui apa yang sedang terjadi dan mengumpulkan informasi yang bersifat up-to-date.
Teori tentang analisis kepemimpinan berdasarkan ciri, yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan ”traits theory”- menurut Sondang P. Siagian (2003:75) dalam buku Teori & Praktek Kepemimpinan.

Kamis, 07 November 2013

Menambahkan field untuk SAP Infotype standar atau Adding fields to SAP Standard Infotype.

Standar infotype dari SAP dapat kita ketahui dari nama infotype tersebut. Jika berawalan selain angka 9, maka infotype tersebut merupakan infotype standar. Contoh, jika nama infotype tersebut 9100, maka infotype tersebut adalah infotype customizing / buatan sendiri.

Dalam beberapa hal, kadang kita membutuhkan penambahan field pada infotype standar SAP-nya, seperti untuk kelengkapan data yang harus disimpan, dll. SAP memungkinkan kita untuk menambahkan kolom/field tambahan untuk setiap infotype standar-nya.
Infotype akan kita jumpai pada SAP-HR, dan tidak pada modul SAP lainnya, hal ini yang membuat SAP-HR sedikit berbeda.

Dengan menggunakan t-code PM01, (jika ada message bahwa infotype tsb tdk bisa di enhance, gunakan t-code PPCI), terdapat beberapa pilihan tab, yaitu :
1. Create Infotype
2. Copy Infotype
3. Enhance Standard Infotypes
4. Enhance List Screen
5. Delete Non-Standard Infotype
6. Fast Entry for Actions

Misal, untuk menambahkan field ZZSPINST dan ZZBACS pada standar infotype, pilih no 3 dari pilihan yang ada di atas, setelah menentukan infotype berapa yang akan dienhance, misal : infotype 1, yaitu 0001, klik tombol "All", agar SAP secara otomatis membuatkan program struktur include-nya, yaitu "Cl_0001″.

Rabu, 06 November 2013

Menurut Sondang P. Siagian (2003:75) dalam buku Teori & Praktek Kepemimpinan. Ciri-ciri yang menyatakan bahwa seorang pemimpin efektif, yaitu :
1. Pengetahuan umum yang luas,
1. Kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang,
2. Sifat inkuisitif,
3. Kemampuan analistik,
4. Daya ingat yang kuat,
5. Kapasitas integratif,
6. Ketrampilan berkomunikasi secara efektif,
7. Ketrampilan mendidik,
8. Memiliki rasionalitas yang tinggi,
9. Memiliki obyektifitas yang baik,
10. Bersifat pragmatisme (mau menerima kenyataan yang ada),
11. Memiliki kemampuan menentukan skala prioritas,
12. Kemampuan membedakan yang urgen dan yang penting,
13. Rasa tepat waktu,
14. Memiliki rasa kohesi yang tinggi (mampu menjaga dan memelihara
kekompakan tim kerjanya),
15. Memiliki naluri relevansi yang tinggi,
16. Mampu menjadi teladan,
17. Bersedia menjadi pendengar yang baik,
18. Memiliki adaptabilitas (tanggap terhadap perubahan yang terjadi dan
mampu menyesuaikan diri) yang baik,
19. Memiliki fleksibilitas (kelenturan) yang baik,
20. Ketegasan,
21. Keberanian,
22. Orientasi masa depan,
23. Memiliki sikap yang antisipatif (bersifat proaktif).

Selasa, 05 November 2013

Peter F. Drucker (1996) dalam bukunya mengenai The Leader of The Future lebih menekankan mengenai bagaimana hendaknya seorang pemimpin bersikap dalam menghadapi dunia di masa yang akan datang. Dia mengatakan bahwa pemimpin yang efektif tidak hanya sekedar mendelegasikan kepada anak buahnya. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kepemimpinan harus dipelajari dan dapat dipelajari.
Gaya kepemimpinan mencerminkan apa yang dilakukan oleh pemimpin dalam mempengaruhi pengikut untuk merealisasikan visinya. Fred Luthans dalam bukunya Wirawan (2002:80), menyatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah cara pemimpin mempengaruhi para pengikutnya yang disesuaikan dengan faktor budaya. Pola pikir Robert Tannenbaum dan Warren H dalam bukunya Wirawan (2002:98) memiliki teori dengan model gaya kepemimpinan berbagi kekuasaan. Model ini disusun dengan asumsi bahwa kepemimpinan merupakan proses interaksi kekuasaan antara pemimpin dan para pengikutnya. Hubungan tersebut didasarkan pada tinggi rendahnya kebebasan penggunaan kekuasaan oleh pemimpin dan tinggi rendahnya kebebasan pengikut untuk menggunakan kekuasaan mereka dalam interaksi kepemimpinan. Kebebasan mempergunakan kekuasaan diaplikasikan oleh pemimpin dan para pengikutnya untuk berinisiatif, mengembangkan dan menggunakan kreativitas dan inovasi, mengambil keputusan, menggunakan teknik mempengaruhi, dan menyusun pola komunikasi.
Setiap pemimpin pada dasarnya memiliki perilaku yang berbeda dalam memimpin para pengikutnya. Perilaku para pemimpin ini secara singkat disebut gaya kepemimpinan (Leadership style). Gaya kepemimpinan merupakan suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya yang dinyatakan dalam bentuk pola tingkah laku atau kepribadian.

Senin, 04 November 2013

Usia
Secara umum orang berusia muda cenderung memiliki sifat yang dinamis dan idealis. Sebaliknya semakin bertambah usia seseorang cenderung pula mengurangi kemampuannya berpikir dan bekerja lebih keras. Tentunya hal ini tidak selalu berlaku pada setiap orang.
Fisik, Mental dan Pikiran (Intelektual)
Setiap manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang unik, artinya tidak ada satupun manusia yang memiliki keberadaan yang sama satu dengan lainnya. Perbedaan ini terlihat dari fisik (tubuh) , mental dan pikirannya yang akhirnya mempengaruhi kepribadiannya.
Pendidikan
Salah satu faktor yang membentuk kehidupan manusia adalah pendidikan yang pernah diterimanya, baik di lembaga pendidikan yang bersifat formal maupun informal. Semakin tinggi pendidikan yang pernah diterima seseorang, umumnya akan semakin menambah wawasan dan kemampuannya.
Kematangan
Proses waktu cenderung akan membentuk kematangan atau kedewasaan seseorang, semakin ia belajar akan kesalahan-kesalahan dan berusaha untuk memperbaikinya, semakin ia bertambah dewasa untuk mengerti banyak hal.
Latar Belakang Kehidupan
Kehidupan manusia dimulai dan diakhiri dengan latar belakang yang berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh latar belakang budaya. Nilai dan norma yang berbeda. Yang pada intinya dapat bersumber dari keluarga, kerabat, teman dan masyarakat secara umum.

Sabtu, 02 November 2013

PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

A. PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah
pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat
menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau
dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner
manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan
untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk
ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain sistem perencanaan,
penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja,
kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya
manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara
langsung sumber daya manusianya.

Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli:

1. Menurut Melayu SP. Hasibuan.

MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan
efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.

2. Menurut Henry Simamora

MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa
dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja.
MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan
personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan
dan hubungan perburuhan yang mulus.

3. Menurut Achmad S. Rucky

MSDM adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan,
pengemebangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara efektif
untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh organisasi
tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.

Jumat, 01 November 2013

Kolaborasi antara SAP dan penyedia perangkat lunak terkait memastikan bahwa solusi bisnis SAP dan sistem aplikasi lainnya dapat dikomunikasikan dengan lancar. Program mitra software SAP menyediakan penyedia perangkat lunak dengan standar, yang didefinisikan antarmuka. Antarmuka ini dapat digunakan untuk produk tambahan yang terintegrasi mulus ke solusi SAP. Mitra layanan dukungan pelanggan kami selama pemilihan, implementasi, dan penggunaan operasi dari produk SAP. Keterlibatan sosial Sebagai penyedia global terkemuka dan perusahaan perangkat lunak, SAP memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa proses bisnis yang halus dan transparan. Untuk alasan ini, keterlibatan sosial merupakan komponen penting dari strategi perusahaan SAP. Jelaskan SAP Menawarkan Produk Ikhtisar Produk SAP menawarkan palet besar produk untuk perusahaan dari semua ukuran. SAP menyediakan produk scalable yang dapat disesuaikan dengan ukuran dan terus berubah proses perusahaan. mySAP Business Suite menawarkan solusi perangkat lunak yang fleksibel untuk perusahaan besar yang memiliki sejumlah besar pengguna dan proses yang terus berubah. Akuntansi, sumber daya manusia, dan logistik adalah jantung dari setiap perusahaan