Jumat, 06 Desember 2013


Motivasi adalah sifatnya abstrak dan sangat psiklogis dan merupakan sebuah dimensi internal manusia yang sangat dinamis. Motivasi menurut Sulistiyani, dkk (2009:76) adalah “proses pemberian dorongan kepada anak buah supaya anak buah dapat bekerja sejalan dengan batasan yang diberikan guna mencapai tujuan organisasi secara optimal.” Dengan demikian, dorongan yang diberikan kepada pegawai adalah sebuah pengaruh dari dimensi luar manusia kedalam aspek dalam diri manusia itu sendiri yang pada akhirnya mempengaruhi pola pikir atau perilaku untuk melakukan tindakan tertentu.
Mengutip pandangan Mc Gregor tentang teori X dan Y (Manullang, 1987:100), menyebutkan bahwa:
“Dalam teori X, ancangan tradisional, Mc Gregor berasumsi bahwa manusia, pada dasarnya, tidak senang bekerja dan tidak bertanggung jawab dan harus dipaksa bekerja”. Teori Y, ancangan modern, adalah didasarkan pada asumsi bahwa manusia pada dasarnya, suka bekerja sama, tekun bekerja dan bertanggung jawab”.
Selanjutnya, pandangan Teori Motivasi menurut Maslow (dalam Manullang, 1987:103) menjelaskan bahwa “kebutuhan-kebutuhan manusia sesungguhnya dapat dimasukkan kedalam lima kategori yang kemudian dapat disusun menurut prioritas yang dapat dimulai dari kebutuhan-kebutuhan tertentu yang lebih tinggi diaktifkan ketika kebutuhan-kebutuhan yang lebih rendah sudah terpenuhi atau sebagian besar telah terpenuhi. Kebutuhan tersebut dapat dimulai dari kebutuhan fisiologis, keamanan, social, ego (penghargaan), dan penunjukan diri”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar